Minggu, 26 Desember 2010

SIFAT DASAR MANUSIA


Pernahkah kita sadari Pada dasarnya sifat dasar manusia itu adalah sama, hanya yang membedakan adalah jasmani, kepribadian, intelektualitas, tingkat pengendalian diri, pendirian, ketabahan dan kesabaran serta keinginan.
Karena pada dasarnya apa yang kita sukai , sebagian besar orang lain juga cenderung berfikir sama seperti apa yang kita fikirkan dan kita sukai. Seperti halnya contoh jika kita suka dengan orang yang jujur, pandai,dermawan, baik hati, dan lain-lain sifat dan perbuatan baik lainnya yang kita sukai. Orang lain juga akan cenderung berfikir dan menilai sama seperti apa yang kita fikirkan dan kita sukai.
Seperti halnya contoh :

-Jika kita marah bila disakiti orang lain,begitupun sama orang lain juga akan marah bila disakiti oleh kita.

-Jika kita tidak suka dan benci bila dibohongi orang lain, orang lain juga akan merasakan dan berfikiran sama tidak suka jika dibohong oleh kita.Dan lain sebagainya.
Begitupun sebaliknya.

-Apa yang kita suka, orang lain juga akan suka.

-Apa yang kita benci, orang lain juga akan benci.

Inilah yang membuktikan pada dasarnya sifat manusia itu pada dasarnya sama.

Oleh karena itu perlakukanlah orang lain seperti memperlakukan diri kita sendiri, agar tercipta hubungan harmonis antar sesama manusia.

Jangan pernah membedakan manusia dari warna kulit, suku, ras, dan agama, karena pada dasarnya sifat manusia itu adalah sama.

Dan setiap individu manusia mempunyai hak yang sama yakni hak untuk hidup yang telah Tuhan berikan.
Mari bina hubungan yang harmonis antar sesama manusia dan mahluk ciptaan Tuhan.

Menurut Florence Litteur, dalam bukunya "Personality Plus", ada empat pola watak dasar manusia:

1. Golongan Sanguinis, "Yang Populer"
Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek', dan hidupnya serba tak beratur. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana.
Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
2. Golongan Melankoli, "Yang Sempurna"
Mereka cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan,mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankoli' tak akan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri `melankoli' anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan marah kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.
3. Golongan Koleris, "Yang Kuat"

Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia `suruh' melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy' itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban' karakternya yang suka `ngatur' dan tak mau kalah itu.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, "hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua". Karena itu mereka sangat "goal oriented", tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat "ya pasti jadi." maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.
4. Golongan Phlegmatis "Cinta Damai"
Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan.

Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, "kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan". Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.

Watak Campuran

Namun demikian, menurut Florence Litteur, keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang. Yang beda hanyalah 'kadar'nya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia. Misalnya ada orang yang tergolong Koleris Sanguinis, yang suka mengatur-atur orang, tapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa). Ada pula golongan Koleris Melankolik yang selalu ingin sempurna, tahu secara lengkap dan agak dingin. Atau Phlegmatis Melankolik yang pembawaannya tenang, tetapi semua yang anda katakan, akan dipikirkan, dianalisa, dan pada saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam
matang.

Banyak lagi tentunya kombinasi-kombinasi yang ada pada tiap manusia. Akan tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika suami istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha `memaafkan' pasangannya. Lalu berusaha untuk mennyikapinya secara bijaksana.

JODOH

Jika kita yang memilih calon pasangan,

dan menolak nasehat untuk mempertimbangkan
kualitas pemikirannya,
menilai sejarah keluarganya,
dan mengukur kesiapannya
membiayai keluarga,

lalu

berhutang untuk biaya pernikahan,

lalu

bingung membayar hutang dan biaya hidup,

lalu

bertengkar dan saling ancam cerai,

itu
BUKAN jodoh yang datang dari tangan Tuhan.

Jodoh
adalah pilihan. Tuhan yang menyetujui.

Rabu, 22 Desember 2010

Takkan Pernah Cukup…

Takkan pernah cukup waktu
Takkan pernah cukup perhatian
Takkan pernah cukup biaya
Takkan pernah cukup cinta
Bahkan takkan pernah bisa
Takkan pernah bisa
Segala yang kita lakukan
Tuk membayar pengorbanan IBU
Hanya doa yang bisa kuhaturkan
Untukmu IBU…
SELAMAT HARI IBU

KATA BIJAK

Tuhan menciptakan Anda
sebagai jiwa yang dikasihi-Nya,
yang tidak direncanakan untuk
dinistai oleh orang lain atas nama cinta.

Jika dia mencintai Anda,
dia tak akan mampu menyakiti Anda,
atau merendahkan Anda,
dan tidak akan mengkhianati Anda
dan mengatakan bahwa Anda
adalah sebab dari pengkhianatannya.

Perpisahan dari orang seperti itu
adalah perpisahan emas.

The Golden Goodbye

Selasa, 21 Desember 2010

DAFTAR 10 NEGARA SALJU TERINDAH

Hampir semua negara yang berada di luar garis 40 derajat lintang selatan dan 40 derajat lintang utara selalu mengalami hujan salju pada periode tertentu. Salju yang turun kadang bisa menambah keindahan, tapi juga bisa memperburuk keindahan. Banyak sekali negara yang justru mempunyai pemandangan yang indah dikarenakan salju yang turun.

Dan dari sekitar enam puluhan negara yang merasakan hujan salju, ada 10 negara yang dianggap sebagai negara salju terindah. yang dimaksud dengan negara salju terindah ini adalah negara yang mempunyai pemandangan indah dikarenakan adanya salju yang turun.

Berikut adalah negara tersebut :

1. Swiss
Swiss adalah salah satu negara di Eropa tengah yang mempunyai pemandangan yang Indah. negara yang berbatasan langsung dengan Jerman,Prancis, Italia, dan Austria ini sebagian besar merupakan wilayah lereng pegunungan Alpen yang terkenal keindahanya, maka dari itu tak heran jika swiss memiliki pemandangan alam salju terbaik di dunia.
switzerland
2. New Zealand
Dari daftar 1o negara salju terbaik ini, New Zealand adalah satu-satunya negara yeng berada di belahan bumi selatan.Negara kepulauan di Barat daya samudera barat pasifik ini mempunyai keindahan alam pegunungan yang sangat luar biasa

3. Alaska (USA Territory)
Dalam hal ini, Alaska dianggap sebagai negara bagian. Hal ini dikarenakan alaska merupakan negara bagian Amerika serikat yang letaknya terpisah dari negara Induknya. dari semua negara bagian Amerika serikta, alaska adalah negara bagian yang memilik pemandangan alam salju terindah.

4. Kanada
Negara yang terbentang dari samudera Atlantik dan selat davis sampai samudera pasifik ini merupakan negara amerika yang terletak di bagian paling utara.Di padang rumput Kanada yang luas dan datar terdiri dari provinsi Manitoba, Saskatchewan dan Alberta, menyebar menuju Pegunungan Rocky ini akan berubah menjadi surga salju di musim dingin karna saking indahnya.
http://sexedmusic.files.wordpress.com/2009/05/canada-alberta-moraine-lake.jpg
5. Prancis
Walaupun Prancis adalah salah satu negara di eropa Barat, tapi perancis adalah salah satu negara yang dilalui oleh lintasan pegunungan Alpen. tak heran jika pemandanganya indah, Apalagi jika ditambah dengan pemandangan pegunungan mount Blanc yang berada di pesisir selatan Eropa Barat ini, maka akan semakin menambah keindahan pemandangan alam Prencis.
http://img.photobucket.com/albums/v225/adnafathani/050521032.jpg
6. Norwegia
Memang tak salah jika Norwegia mempunyai pemandangan salju terindah, Hal ini dikarenakan letak negara norwegia yang berada di semenanjung skandinavia dan berbatasan langsung dengan samudera atlantik. Norwegia adalah negara yang bergunung-gunung dan sebagian besar tertutup oleh gletser.
http://www.historichotelsofeurope.com/_data/bandeaux/hotels-norway-82.jpg
7. Islandia
Islandia adalah negara yang sebagian tertutup oleh Salju Es, oleh karna itu negara ini dinama iceland atau islandia (tanah Es). Neagara yang berdekatan dengan Greenland ini terletak di bagian utara samudera atlantik.
http://www.jakobski.com/images/stories/easygallery/resized/12/1247837393_cycling%20tour%20in%20iceland.%20and%20still%20snow%20in%20june.jpg
8. Jepang.
Negeri sakura yang memiliki pemandangan alam padang salju yang indah. negeri ini terletak di sekitaran 41 derajat lintang utara. jika tiba musim dingin, maka pemandangan kota akan tampak seperti negeri dongeng, terlebih lagi jika kita melihat pemandangan salju di lereng gunung Fuji.

9. Swedia
adalah sebuah negara Nordik di Skandinavia, Negara ini berbatasan dengan Norwegia di barat dan Finlandia di timur laut, Selat Skagerrak dan Selat Kattegat di barat daya, serta Laut Baltik dan Teluk Bothnia di timur. dulu negara ini pernah menjadi negara termiskin di eropa pada abad ke 19, tapi karna keindahan alamnya, negar ini menjadi tujuan wisata terkenal dan kemudian bisa membangun negara ini menjadi lebih baik.

10.Korea Selatan
Korea adalah salah satu negara 4 musim yang topografinya berupa pegunungan. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Di musim dingin, pegunungan di korea selatan berubah menjadi pegunungan salju yang sangat Indah.
http://farm4.static.flickr.com/3037/3113150448_dfd134bbf8.jpg

Kamis, 16 Desember 2010

NASIB

Jadilah penentu
bagi nasib Anda sendiri.

Putuskanlah sendiri
bagaimana Anda akan menjalani
kehidupan ini.

Jangan Anda serahkan
kepemimpinan hidup Anda
kepada mereka
yang tidak akan bertanggung jawab
jika Anda gagal.

Bangunlah keberanian Anda
dalam ketulusan
untuk mengikuti petunjuk Tuhan
untuk setia kepada yang benar.

Jika Anda berani,
Anda tidak mungkin memilih
hal-hal yang tidak membesarkan Anda.

BEKERJA KERAS

Kendaraan menuju
keberhasilan adalah kerja keras.

Mereka yang menolak
untuk bekerja keras,
karena telah menemukan
konsep bekerja cerdas,
masih akan tetap diharuskan
bekerja keras dalam kecerdasannya.

Lalu,
kerja keras itu membutuhkan
tenaga untuk bergerak maju,
dan itu yang kita sebut kesungguhan.

Working Smart
tidak menghapus keharusan
untuk Working Hard.

Karena,

Working hard is still smart.

Rabu, 15 Desember 2010

EFEK BEGADANG BAGI KESEHATAN

Jinsomniaika kita merasa kurang nyaman beraktivitas di pagi hari atau merasa kurang bersemangat, merasa cepat lelah saat menjalani kegiatan setelah semalam bergadang, maka jangan heran. Hal ini disebabkan mungkin ada yang salah dengan sistem kekebalan tubuh kita akibat dari kurang normalnya pola tidur akibat aktivitas begadang tanpa tidur/tidur setelah subuh.

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun merupakan sistem yang sangat diperlukan oleh manusia untuk melawan dan menahan serangan berbagai micro organisme merugikan seperti microba, virus, parasit dan bakteri yang hidup di sekeliling kita. Sebagai contoh, sistem imun pada tubuh akan terganggu bahkan berhenti bekerja sama sekali saat organ-organ dalam tubuh yang memproduksi imunitas sudah tidak dapat bekerja dengan normal, pada saat itulah tubuh tidak lagi memiliki pelindung dari serangan micro organisme merugikan hingga kita sangat rentan terhadapat serangan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.

Lalu apa kaitannya begadang dengan sistem kekebalan tubuh ? Ternyata menurut riset, sistem kekebalan tubuh manusia akan meningkat sangat pesat disaat kita tidur, karena proses pelepasan racun dalam tubuh (de-toxin) terjadi saat tubuh kita sedang tidak beraktivitas (tidur). Waktu malam hari menurut jam biologis manusia normal adalah saat untuk pembuangan zat racun (de-toxin) yang menempel pada tubuh pada waktu siang hari. Jika tubuh tidak memanfaatkan proses de-toxin pada sistem antibodi secara maksimal misal dengan tidur pulas minimal 8 jam setiap hari, maka kinerja organ dalam tubuh dalam melakukan proses pembuangan racun menjadi kurang efektif. Dan konsidi ini akan semakin diperparah jika kita mengkonsumsi makanan secara berlebihan pada masa de-toxininasi tubuh.

Menurut para ahli, kantung empedu manusia akan aktif melakukan proses pembuangan racun pada pukul 11.00 malam hingga 01.00 dinihari. Sedangkan fungsi hati melakukan proses de-toxin mulai pukul 1.00 hingga 03.00. Siklus kerja organ-organ dalam tubuh ini secara otomatis telah terprogram pada tubuh kita oleh jam biologis otak(circadian time clock) yang amat sulit untuk dirubah. JIka sekali begadang saja sudah sangat mengganggu kerja organ penghasil imun untuk kekebelan tubuh, bagaimana jadinya tubuh kita bila begadang dilakukan berkali-kali hingga terbiasa ??

Ternyata efek begadang justru lebih parah dirasakan oleh orang yang sudah terbiasa melakukannya. Akibat kebiasaan tidak tidur atau tidur setelah subuh, jam biologis otak kemungkinan juga berubah. Perubahan pada Jam biologis otak lambat laun akan menciptakan siklus baru pada organ dalam tubuh. begadangHal ini tentunya sangat merugikan kita, karena kondisi tubuh yang normalnya meningkat di pagi hari dan menurun di malam hari akan berlaku sebaliknya. Pada Orang yang memiliki kebiasaan begadang, jam biologis otak akan memprogram sistem kekebalan mencapai puncaknya di malam hari dan akan menurun di pagi hari. Padahal micro organisme jahat dan bibit penyakit serta karsinogenik (senyawa penyebab kanker) sangat banyak di udara yang kita hirup di pagi hari.

Oleh karena itu, sangat dimungkinkan orang-orang yang banyak beraktivitas di malam hingga pagi hari akan memiliki ketidakseimbangan hormon dan gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya. Hingga penyakitpun akan mudah menyerang.

Masih ingin begadang ??

Rabu, 01 Desember 2010

PEMBENTUKAN KATA

Scribd, layanan berbagi dokumen daring, untuk sekian kalinya terbukti sangat bermanfaat.

Sewaktu penasaran mencari tahu apakah pedantic seharusnya diserap menjadi pedantik ataupedantis, saya menemukan dokumen Pembentukan Kata yang menjabarkan dengan cukup jelas masalah ini.

Pengetahuan mengenai proses pembentukan kata atau lema sangat berguna untuk membentuk istilah baru bahasa Indonesia sebagai terjemahan dari bahasa asing, atau paling tidak untuk memahami bagaimana suatu padanan kata bahasa Indonesia dibentuk dari bahasa asalnya.

Proses pembuatan kata bentukan yang memiliki makna baru dari kata dasar dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu

  1. afiksasi atau pengimbuhan – misalnya berdamai,
  2. reduplikasi atau pengulangan – misalnya abu-abu, serta
  3. komposisi atau pemajemukan, misalnya garam dapur, roda gila.

Pembentukan kata dapat juga dilakukan dengan kombinasi ketiga cara tersebut.

Afiksasi

Afiks atau imbuhan adalah morfem atau bentuk terikat yang digunakan untuk membentuk neologisme. Biasa dikelompokkan menurut posisi penempatannya terhadap kata dasar, jenis imbuhan yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia adalah:

  1. prefiks (awalan, misalnya me-, ber-, nara-),
  2. sufiks(akhiran, misalnya -an, -wan),
  3. infiks (sisipan di tengah, misalnya -em-, -el-), dan
  4. konfiks (gabungan dua afiks tunggal, misalnya ke- -an, pe- -an).

Contohnya istilah nirkabel sebagai padanan wireless dari bahasa Inggris yang terdiri dari kata dasar wire (kabel) dan sufiks -less. Sufiks -less dalam bahasa Inggris bisa berarti tidak, tanpa, atau kurang. Afiks yang memiliki makna serupa dalam bahasa Indonesia sebenarnya ada beberapa, seperti awa-, dur-, nir-, dan tuna-. Kenapa akhirnya dipilih nir-, mungkin karena lebih enak terdengarnya dan bukan berarti bahwa semua sufiks -less pasti dialihbahasakan menjadi nir-.

Reduplikasi

Reduplikasi adalah fenomena linguistik berupa pengulangan suatu kata atau unsur kata (fonem, morfem) membentuk lema baru yang dapat mengubah makna dasar. Dalam bahasa Indonesia, reduplikasi sering dilakukan dengan menambahkan tanda hubung (-).

Komposisi

Banyak sekali lema yang dibentuk melalui proses pemajemukan dalam bahasa Indonesia, contohnya rumah sakit,terima kasih, dll.

Yang menarik adalah, meskipun EYD telah mengatur dengan cukup jelas tata cara penulisan gabungan kata, masih banyak ditemukan kesalahan yang dilakukan pengguna bahasa Indonesia dalam menuliskan kata majemuk. Prinsip ringkas penulisan kata gabungan adalah:

  1. Ditulis terpisah antar unsurnya. Contoh darah daging.
  2. Boleh diberi tanda hubung untuk menegaskan pertalian dan menghindari salah pengertian. Contoh orang-tuamuda.
  3. Ditulis terpisah jika hanya diberi awalan atau akhiran. Contoh: berterima kasih.
  4. Ditulis serangkai jika sekaligus diberi awalan dan akhiran. Contoh: menyebarluaskan.
  5. Ditulis serangkai untuk beberapa lema yang telah ditentukan. Contohnya manakala, kilometer. Daftar lengkap bisa dilihat di pedoman EYD.

Kateglo

Kateglo 0.0.21 mencoba menerapkan pengetahuan pembentukan kata ini dengan:

  1. Penggabungan tipe kata berimbuhan dan kata majemuk menjadi kata turunan yang lebih umum. Memang jadi tidak spesifik, tapi karena sebenarnya kata bentukan bisa merupakan kombinasi pemberian imbuhan, penggabungan dengan kata lain, dan perulangan, pembagian saklek menjadi dua jenis tipe malah bisa menyesatkan. Toh nanti bisa dipilah dengan ekspresi reguler.
  2. Penambahan kelompok lema imbuhan. Hal ini dimaksudkan agar pengguna bahasa Indonesia jadi lebih sadar bahwa bahasa Indonesia pun cukup kaya afiks dan tahu bahwa -er atau -ger itu bukan sufiks bahasa Indonesia.

Hal lain yang dilakukan antara lain adalah:

  1. Penyiapan fitur pengalihan, untuk menandai mana kata yang sering salah eja. KBBI telah berbaik hati karena menyertakan juga lema-lema yang sebenarnya salah dengan memberi tanda panah → menuju jalan yang benar. Contohnya apotikapotek, atau resikorisiko.
  2. Pemasukan data terjemahan yang telah diizinkan penggunaannya dengan lisensi bebas oleh ebsoft dan gkamus. Bagian terjemahan dimasukkan dalam entri kamus di antara tesaurus dan glosarium. Contohnya pada entri dua.

Ada yang tahu, data kamus daring mana lagi yang cukup bagus untuk disertakan di Kateglo dengan lisensi bebas sesuai dengan CC-BY-NC-SA?

UCAPAN DAN EJAAN

A. Ucapan
Bahasa Indonesia bagi sebagian besar penuturnya adalah
bahasa kedua.
Para penutur yang berbahasa Indonesia,
bahasa Indonesia mereka terpengaruh
oleh bahasa daerah
yang telah mereka kuasai sebelumnya. Pengaruh itu dapat
berkenaan dengan semua aspek ketatabahasaan. Pengaruh
yang sangat jelas ialah
dalam bidang ucapan. Pengaruh
dalam ucapan itu sulit dihindarkan dan menjadi
ciri yang
membedakan ucapan penutur bahasa Indonesia dari daerah
satu dengan
daerah yang lain. Sering dengan mudah kita
dapat menentukan daerah asal
seorang penutur berdasarkan
ucapan bahasa Indonesianya.

B. Ejaan
Ejaan penting sekali artinya dalam kaitannya dengan
penggunaan bahasa
Indonesia produktif tulis. Dalam
tulis-menulis orang tidak hanya dituntut untuk
dapat
menyusun kalimat dengan baik, memilih kata yang tepat,
melainkan juga
mengeja kata-kata dan kalimat tersebut
sesuai dengan ejaan yang berlaku. Dalam
surat-surat
pribadi dan kalimat catatan harian misalnya, ketaatan
dalam EYD tidak
mutlak. Dalam karangan ilmiah,
dalam makalah, dan dalam surat-surat perjanjian,
kaidah ejaan harus betul-betul ditaati.
Sebelum,
EYD
diumumkan, dalam tulis menulis dipergunakan Ejaan
Soewandi atau ejaan Republik. Ejaan tersebut diumumkan
berlakunya terhitung
mulai 19 maret 1947. sebelum ejaan
Soewandi berlaku Ejaan Van Ophuysen yang
ketentuannya
dimuat dalam Kitab Logat Melajoe yang disusun dengan
bantuan
Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’Mur dan
Muhammad Taib Soetan Ibrahim.
Ejaan ini dinyatakan
mulai berlaku sejak tahun 1901, sebelum ejaan Van
Ophuysen berlaku dalam tulis menulis dalam bahasa Melayu,
digunakan huruf
Jawi atau Arab Melayu dan juga dengan
huruf Latin dengan ejaan yang tidak teratur.

RAGAM DAN LARAS BAHASA

Ragam & Laras Bahasa

Ragam Bahasa: variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa. Ragam bahasa dibedakan berdasarkan media pengantarnya dan berdasarkan situasi pemakaiannya.


- Berdasarkan medianya: ragam lisan & tulis.

- Berdasarkan situasi pemakaiannya :ragam formal, semi formal dan nonformal


Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku.

~ Definisi Laras Bahasa ~

Laras bahasa bermaksud gaya dan penggunaan sesuatu bahasa digunakan/gaya atau cara penggunaan sesuatu bahasa.

Laras ialah bentuk bahasa yang wujud akibat situasi sosial berlainan merujuk kepada cara penggunaan sesuatu bahasa dan variasi bahasa mengikut bidang dan situasi seseorang penutur sewaktu berbahasa, sama ada secara lisan atau tulisan.

kesesuaian antara bahasa yang dipakai dengan fungsi pemakaian bahasa. Laras bahasa tidak sama dengan ragam bahasa.

Penggunaan laras bahasa yang berlainan ditentukan oleh dua faktor utama, iaitu:

~ Ciri - ciri Laras Bahasa ~

Penggunaan laras bahasa yang berlainan ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu :

- Ciri - Ciri keperihalan sesuatu peristiwa bahasa

- Ciri - ciri linguistik

~ Format Laras ~

- Laras yang mempunyai format tersendiri adalah seperti berikut :

- Laras undang undang

- Laras ucapan

- Laras iklan

- Laras laporan berita


Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya. Dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra, yang masih dapat dibagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya. Setiap laras memiliki cirinya sendiri dan memiliki gaya tersendiri. Laras bahasa yang akan kita bahas dalam kesempatan ini adalah laras ilmiah.

~ Laras llmiah ~

Dalam uraian di atas dikatakan bahwa setiap laras dapat disampaikan dalam ragam standar, semi standar, atau nonstandar. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan laras ilmiah. Laras ilmiah harus selalu menggunakan ragam standar.

Sebuah karya tulis ilmiah merupakan hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran, fakta, peristiwa, gejala, dan pendapat. Jadi, seorang penulis karya ilmiah menyusun kembali pelbagai bahan informasi menjadi sebuah karangan yang utuh. Oleh sebab itu, penyusun atau pembuat karya ilmiah tidak disebut pengarang melainkan disebut penulis (Soeseno, 1981: 1).

Dalam uraian di atas dibedakan antara pengertian realitas dan fakta. Seorang pengarang akan merangkaikan realita kehidupan dalam sebuah cerita, sedangkan seorang penulis akan merangkaikan berbagai fakta dalam sebuah tulisan. Realistis berarti bahwa peristiwa yang diceritakan merupakan hal yang benar dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya, tetapi tidak secara langsung dialami oleh penulis. Data realistis dapat berasal dan dokumen, surat keterangan, press release, surat kabar atau sumber bacaan lain, bahkan suatu peristiwa faktual. Faktual berarti bahwa rangkaian peristiwa atau percobaan yang diceritakan benar-benar dilihat, dirasakan, dan dialami oleh penulis (Marahimin, 1994: 378).

Karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. Meskipun demikian, dalam karya ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Oleh karenanya, berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekspresikan pikiran tetapi untuk menyampaikan hasil penelitian. Kita harus dapat meyakinkan pembaca akan kebenaran hasil yang kita temukan di lapangan. Dapat pula, kita menumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. Jadi, sebuah karya ilmiah tetap harus dapat secara jelas menyampaikan pesan kepada pembacanya.

Persyaratan bagi sebuah tulisan untuk dianggap sebagai karya ilmiah adalah sebagai berikut (Brotowidjojo, 1988: 15-16).

1. Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.

2. Karya ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisan ilmiah, yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas.

3. Karya ilmiah disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual, dan prosedural.

4. Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.

5. Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.

6. Karya ilmiah ditulis secara tulus. Hal itu berarti bahwa karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, tidak bersifat ambisius dan berprasangka. Penyajiannya tidak boleh bersifat emotif.

7. Karya ilmiah pada dasarnya bersifat ekspositoris. Jika pada akhirnya timbul kesan argumentatif dan persuasif, hal itu ditimbulkan oleh penyusunan kerangka karangan yang cermat. Dengan demikian, fakta dan hukum alam yang diterapkan pada situasi spesifik itu dibiarkan berbicara sendiri. Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulan sendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran karya ilmiah tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, dari segi bahasa, dapat dikatakan bahwa karya ilmiah memiliki tiga ciri, yaitu :

1. harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar atau mendua makna

2. harus secara tepat mendefinisikan setiap istilah, sifat, dan pengertian yang digunakan, agar tidak menimbulkan kerancuan atau keraguan

3. harus singkat, berlandaskan ekonomi bahasa.

Disamping persyaratan tersebut di atas, untuk dapat dipublikasikan sebagai karya ilmiah ada ketentuan struktur atau format karangan yang kurang lebih bersifat baku. Ketentuan itu merupakan kesepakatan sebagaimana tertuang dalam International Standardization Organization (ISO). Publikasi yang tidak mengindahkan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam ISO memberikan kesan bahwa publikasi itu kurang valid sebagai terbitan ilmiah (Soehardjan, 1997 : 10). Struktur karya ilmiah (Soehardjan, 1997 : 38) terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih dan daftar pustaka. ISO 5966 (1982) menetapkan agar karya ilmiah terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, inti tulisan (teori metode, hasil, dan pembahasan), simpulan, dan usulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka (Soehardjan, 1997 : 38).