Selasa, 12 Oktober 2010

RAGAM DAN LARAS BAHASA

1. Ragam Dan Laras Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan.

Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, yaitu :
(1) ragam bahasa lisan, 
(2) ragam bahasa tulis. 

Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis.Selain itu aspek tata bahasa dan kosa kata dalam kedua jenis ragam itu memiliki hubungan yang erat. Ragam bahasa tulis yang unsur dasarnya huruf, melambangkan ragam bahasa lisan.Meskipun ada keberimpitan aspek tata bahasa dan kosa kata, masing-masing memiliki seperangkat kaidah yang berbeda satu dari yang lain.

    Menurut Felicia (2001 : 8), ragam bahasa dibagi berdasarkan :

-Media pengantarnya atau sarananya, Menurut Felicia (2001 : 8), ragam bahasa dibagi berdasarkan :

1. Media pengantarnya atau sarananya, yang terdiri atas :

a.Ragam Lisan

b.Ragam Tulis.

Ragam lisan adalah bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah; dan ragam lisan yang nonstandar, misalnya dalam percakapan antarteman, di pasar, atau dalam kesempatan nonformal lainnya.

Ragam tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.

2. Berdasarkan situasi dan pemakaian

Ragam bahasa baku dapat berupa : (1) ragam bahasa baku tulis dan (2) ragam bahasa baku lisan.

Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. 

Contoh perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata) :    

       1. Tata Bahasa

(Bentuk kata, Tata Bahasa, Struktur Kalimat, Kosa Kata)  

a. Ragam bahasa lisan :

- Nia sedang baca surat kabar

- Ari mau nulis surat

- Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu.

- Mereka tinggal di Menteng.

- Jalan layang itu untuk  mengatasi kemacetan lalu  lintas.

 - Saya akan tanyakan soal itu 

b. Ragam bahasa Tulis :

- Nia sedangmembaca surat kabar

- Ari mau menulis surat

- Namun, engkau tidak boleh  menolak lamaran itu.

- Mereka bertempat tinggal di  Menteng

- Jalan layang itu dibangun  untuk mengatasi kemacetan 

    lalu lintas.

 - Akan saya tanyakan soal itu.

2. Kosa kata

Contoh ragam lisan dan tulis berdasarkan kosa kata :

a. Ragam Lisan

- Ariani bilang kalau kita harus  belajar

- Kita harus bikin karya tulis

- Rasanya masih terlalu pagi  buat saya, Pak

b. Ragam Tulis

- Ariani mengatakan bahwa kita  harus belajar

- Kita harus membuat karya  tulis.

 - Rasanya masih terlalu muda  bagi saya, Pak.                                                  

        Istilah lain yang digunakan selain ragam bahasa baku adalah ragam bahasa standar, semi standar dan nonstandar.

a. ragam standar,

b. ragam nonstandar,

c. ragam semi standar.

Pembedaan antara ragam standar, nonstandar, dan semi standar dilakukan berdasarkan:

a. topik yang sedang dibahas,

b. hubungan antarpembicara,

c. medium yang digunakan,

d. lingkungan, atau

e. situasi saat pembicaraan terjadi

Ciri yang membedakan antara ragam standar, semi standar dan nonstandar penggunaan kata sapaan dan kata ganti, · penggunaan kata tertentu,        

                 · penggunaan imbuhan,

· penggunaan kata sambung (konjungsi), dan

· penggunaan fungsi yang lengkap.



Fungsi Bahasa Sebagai Alat komunikasi

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi

-          bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.

-          Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau    dipahami.

-          Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu    agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar    atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.

  • Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
  • Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
  • Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
  • Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
  • Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
  • Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Contohnya :

Misalnya berupa :

-          Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb).

Contohnya :

-          bunyi tong-tong memberi tanda bahaya

-          adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran

-          alarm untuk tanda segera berkumpul

-          bedug untuk tanda segera melakukan sholat

-          telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh

-          simbol – tanda stop untuk pengguna jalansimbol laki-laki dan perempuan    bagi pengguna toilet.

-          gambar peta yang menunjukkan jalan

-          suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya

-          adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran

-          bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.

  • contoh dalam kehidupan sehari hari

misalkan seorang satpam perumahan  berjaga-jaga/ronda pada malam hari, pada saat sudah mendekati jam 12.00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa waktu sudah tepat pukul 12.00 malam. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan.setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian tersebut

Jadi, bahasa yang dipakai satpam tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan.


Rabu, 22 September 2010

SABAR SAMPAI KAPAN?

Kesabaran bukanlah sebuah sifat,

tetapi sebuah keputusan karena pengertian yang baik.

Jadi kalau pengertian yang baik akan mudah bersabar.
langkah pertama kali jadi pribadi penyabar??

Alangkah baiknya terlebih dahulu mengetahui
definisi dari kesabaran??

“kesabaran adalah pengertian yang

 dibutuhkan untuk bersikap baik selama

menunggu hasil dari upaya kita”.

Orang sabar itu sikapnya baik.

Untuk memperlengkap definisi kesabaran,ada baiknya

Mengetahui definisi dari kesulitan

''kesulitan adalah keadaan yang menjadikan yang tadinya sulit,

Sekarang manjadi mudah''.

Jadi kalau kita ikhlas melihat,

 Tuhan itu memberikan kesulitan supaya  hidup kita mudah.

“Kesabaran bukanlah sebuah sifat,

  tetapi  sebuah keputusan karena pengertian

yang baik,karena bersama tiap kesulitan

datang kemudahan.”

 

Tuhan memiliki rencana bagi setiap jiwa,

Dan setan sangat bersemangat untuk

 menggagalkan JIWA MUDA YANG DILAHIRKAN

DENGAN RENCANA BESAR.

Setan meniupkan rasa malas ke hati Anda,

Menjadikan Anda gemar menunda,ahli

Mengatakan tidak mungkin,dan bergaul dengan

Sesama pemalas.

 

BURUK-nya masalah yang menggangu Anda,

Menunjukkan BESAR-nya rencana Tuhan bagi

Anda.

 

“Orang bersabar itu harus cerdik,

Bukan masalah sifat,

Tapi masalah keputusan karena

Pengertian yang baik”.

Jumat, 03 September 2010

TIPS

Masalah yang terjadi karena kurangnya tindakan, hanya bisa diperbaiki dengan tindakan.

Orang yang berdoa tapi tidak bertindak, berdoa lagi dan tetap tidak bertindak, dan hanya berdoa tanpa bertindak, beresiko kehilangan kepercayaan kepada doanya sendiri.

Jika kita telah melebihkan doa tetapi kurang bertindak, kita harus melebihkan tinda
kan tanpa mengurangi doa.

Tindakan adalah bukti keseriusan doa.